Mesin Espresso Murah Berkualitas | Design Italy, World Wide Manufacture

Membeli mesin espresso memerlukan berbagai pertimbangan. Tidak hanya mencari mesin espresso murah, Anda pun harus menentukan apakah mesin tersebut akan digunakan di rumah atau di kedai kopi. 

Jangan sampai Anda membeli mesin espresso dengan spesifikasi rumahan untuk digunakan di kedai atau kafe, karena hasilnya akan tidak efektif dalam melayani pelanggan. Sebaliknya, untuk pemakaian di rumah, Anda pun harus mencari mesin yang sesuai.

Pertimbangan Sebelum Membeli Mesin Espresso

Harga mesin espresso cukup mahal. Oleh karena itu, sebelum membelinya, Anda harus memperhatikan beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

1. Pilih Jenis Mesin yang Sesuai

Terdapat tiga jenis mesin espresso yang ada di pasaran, yaitu kapsul, semi-automatic, dan super automatic

Tipe kapsul cocok untuk digunakan di rumah bagi pecinta kopi yang sibuk. Mesin ini mampu menghasilkan kopi lebih cepat daripada jenis mesin yang lain. Namun, harga mesin sangat mahal demikian pula dengan refill kapsulnya.

Kedua, super automatic, mesin yang mudah digunakan dan cukup cepat dalam menghasilkan secangkir espresso

Terakhir, semi-automatic, yaitu mesin yang digunakan oleh barista terlatih. Meskipun cara penggunaannya cukup rumit, mesin ini mampu menghasilkan kopi dengan rasa dan aroma sempurna.

2. Lihat Kapasitas Boiler

Kapasitas boiler menunjukkan berapa banyak air yang dapat ditampung sebagai persediaan air seduhan untuk membuat secangkir espresso

Umumnya, jika kapasitas boiler besar, pemanas seduhan pun harus maksimal. Jika tidak, akan butuh waktu lama untuk mendapatkan suhu ideal untuk menyajikan espresso

Selain itu, pertimbangkan bahan boiler, apakah tembaga, kuningan, atau stainless steel. Lihat juga apakah boiler memiliki safety valve sebagai pengaman atau tidak. 

3. Menggunakan Double Boiler atau Heat exchanger?

Double boiler merupakan mesin dengan dua boiler dalam satu mesin untuk memproduksi uap dan lainnya untuk proses ekstraksi. Mesin espresso dengan heat exchanger umumnya hanya dapat dioperasikan oleh barista berpengalaman, sedangkan double boiler cocok bagi pemula. 

4. Water Pump

Sajian espresso yang nikmat tidak ditentukan dari tingginya tekanan shot dalam mengekstraksi bubuk kopi. Oleh sebab itu, tekanan water pump tidak harus menjadi fokus dalam memilih mesin espresso. Mesin espresso memiliki dua jenis water pump, yaitu piston dan pump driven

Umumnya, mesin espresso dengan piston dapat menghasilkan espresso yang nikmat, tetapi pump driven lebih unggul dalam menyediakan air untuk membuat steam karena ada sistem pump terpisah. 

5. Harga

Harga mesin menentukan kualitas dan berbeda antara satu jenis dengan yang lain. Mesin yang semakin rumit, pasti harganya juga semakin mahal. 

Untuk kebutuhan penggunaan di rumah, Anda bisa membeli mesin dengan harga kurang dari Rp1 juta. Sedangkan untuk di kafe atau kedai kopi, pilihlah mesin semi-auto dengan harga antara Rp6 juta hingga Rp8 juta. 

6. Daya Listrik 

Daya listrik mesin juga harus dipertimbangkan dan dibandingkan dengan daya listrik di kafe atau kedai Anda. Selain itu, apakah sistem pemanas air menggunakan daya listrik atau gas. Jika menggunakan gas yang dapat dipasangkan, mesin akan lebih hemat listrik. 

7. Ketahui Cara Perawatannya

Jika ingin menggunakan mesin espresso di rumah, pilih yang mudah dibersihkan dan tidak merepotkan. Disarankan Anda memilih mesin dengan fitur auto-cleaning yang dapat membersihkan saringan sendiri. 

Dapatkan mesin yang komponennya mudah dibuka dan dipasang kembali untuk dibersihkan. Pastikan Anda juga mempelajari instruksi membersihkan mesin yang sudah ada pada kotak kemasannya.

Cara Perawatan Mesin Espresso

Ampas kopi yang menumpuk pada mesin espresso bisa mengakibatkan rasa kopi yang dihasilkan berubah. Oleh sebab itu, mesin yang Anda gunakan hampir setiap hari harus dibersihkan secara berkala. Cara membersihkannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Lepaskan saringan espresso dari group head menggunakan obeng minus.
  2. Cuci saringan dan filter basket dari bubuk kopi, kemudian gosok permukaan portafilter dengan spons pencuci piring, lalu keringkan. 
  3. Untuk bagian dalam, lepaskan filter basket dari portafilter dan ganti dengan blind basket.
  4. Tuangkan setengah sendok takar bubuk pembersih atau cafetto ke dalam portafilter.
  5. Pasangkan portafilter ke group head, lakukan pembilasan dengan menyalakan tombol ekstraksi selama 10 detik, kemudian matikan dan tunggu 10 detik. Lakukan cara yang sama sebanyak 10 kali untuk setiap group head. Lap group head hingga kering. 
  6. Sesudah dicuci dan dikeringkan, pasangkan kembali saringan ke group head

Pastikan cara pemasangan sudah benar sebelum Anda meninggalkannya agar dapat digunakan kembali. 

Meskipun Anda memilih mesin espresso murah, bukan berarti mengabaikan kelengkapan fitur, kegunaan, dan perawatannya. Jadilah pengguna yang bijak.

Membeli mesin espresso memerlukan berbagai pertimbangan. Tidak hanya mencari mesin espresso murah, Anda pun harus menentukan apakah mesin tersebut akan digunakan di rumah atau di kedai kopi. 

Jangan sampai Anda membeli mesin espresso dengan spesifikasi rumahan untuk digunakan di kedai atau kafe, karena hasilnya akan tidak efektif dalam melayani pelanggan. Sebaliknya, untuk pemakaian di rumah, Anda pun harus mencari mesin yang sesuai.

Pertimbangan Sebelum Membeli Mesin Espresso Murah

Harga mesin espresso cukup mahal. Oleh karena itu, sebelum membelinya, Anda harus memperhatikan beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

1. Pilih Jenis Mesin yang Sesuai

Terdapat tiga jenis mesin espresso yang ada di pasaran, yaitu kapsul, semi-automatic, dan super automatic

Tipe kapsul cocok untuk digunakan di rumah bagi pecinta kopi yang sibuk. Mesin ini mampu menghasilkan kopi lebih cepat daripada jenis mesin yang lain. Namun, harga mesin sangat mahal demikian pula dengan refill kapsulnya.

Kedua, super automatic, mesin yang mudah digunakan dan cukup cepat dalam menghasilkan secangkir espresso

Terakhir, semi-automatic, yaitu mesin yang digunakan oleh barista terlatih. Meskipun cara penggunaannya cukup rumit, mesin ini mampu menghasilkan kopi dengan rasa dan aroma sempurna.

2. Lihat Kapasitas Boiler

Kapasitas boiler menunjukkan berapa banyak air yang dapat ditampung sebagai persediaan air seduhan untuk membuat secangkir espresso

Umumnya, jika kapasitas boiler besar, pemanas seduhan pun harus maksimal. Jika tidak, akan butuh waktu lama untuk mendapatkan suhu ideal untuk menyajikan espresso

Selain itu, pertimbangkan bahan boiler, apakah tembaga, kuningan, atau stainless steel. Lihat juga apakah boiler memiliki safety valve sebagai pengaman atau tidak. 

3. Menggunakan Double Boiler atau Heat exchanger?

Double boiler merupakan mesin dengan dua boiler dalam satu mesin untuk memproduksi uap dan lainnya untuk proses ekstraksi. Mesin espresso dengan heat exchanger umumnya hanya dapat dioperasikan oleh barista berpengalaman, sedangkan double boiler cocok bagi pemula. 

4. Water Pump

Sajian espresso yang nikmat tidak ditentukan dari tingginya tekanan shot dalam mengekstraksi bubuk kopi. Oleh sebab itu, tekanan water pump tidak harus menjadi fokus dalam memilih mesin espresso. Mesin espresso memiliki dua jenis water pump, yaitu piston dan pump driven

Umumnya, mesin espresso dengan piston dapat menghasilkan espresso yang nikmat, tetapi pump driven lebih unggul dalam menyediakan air untuk membuat steam karena ada sistem pump terpisah. 

5. Harga

Harga mesin menentukan kualitas dan berbeda antara satu jenis dengan yang lain. Mesin yang semakin rumit, pasti harganya juga semakin mahal. 

Untuk kebutuhan penggunaan di rumah, Anda bisa membeli mesin dengan harga kurang dari Rp1 juta. Sedangkan untuk di kafe atau kedai kopi, pilihlah mesin semi-auto dengan harga antara Rp6 juta hingga Rp8 juta. 

6. Daya Listrik 

Daya listrik mesin juga harus dipertimbangkan dan dibandingkan dengan daya listrik di kafe atau kedai Anda. Selain itu, apakah sistem pemanas air menggunakan daya listrik atau gas. Jika menggunakan gas yang dapat dipasangkan, mesin akan lebih hemat listrik. 

7. Ketahui Cara Perawatannya

Jika ingin menggunakan mesin espresso di rumah, pilih yang mudah dibersihkan dan tidak merepotkan. Disarankan Anda memilih mesin dengan fitur auto-cleaning yang dapat membersihkan saringan sendiri. 

Dapatkan mesin yang komponennya mudah dibuka dan dipasang kembali untuk dibersihkan. Pastikan Anda juga mempelajari instruksi membersihkan mesin yang sudah ada pada kotak kemasannya.

Cara Perawatan Mesin Espresso

Ampas kopi yang menumpuk pada mesin espresso bisa mengakibatkan rasa kopi yang dihasilkan berubah. Oleh sebab itu, mesin yang Anda gunakan hampir setiap hari harus dibersihkan secara berkala. Cara membersihkannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Lepaskan saringan espresso dari group head menggunakan obeng minus.
  2. Cuci saringan dan filter basket dari bubuk kopi, kemudian gosok permukaan portafilter dengan spons pencuci piring, lalu keringkan. 
  3. Untuk bagian dalam, lepaskan filter basket dari portafilter dan ganti dengan blind basket.
  4. Tuangkan setengah sendok takar bubuk pembersih atau cafetto ke dalam portafilter.
  5. Pasangkan portafilter ke group head, lakukan pembilasan dengan menyalakan tombol ekstraksi selama 10 detik, kemudian matikan dan tunggu 10 detik. Lakukan cara yang sama sebanyak 10 kali untuk setiap group head. Lap group head hingga kering. 
  6. Sesudah dicuci dan dikeringkan, pasangkan kembali saringan ke group head

Pastikan cara pemasangan sudah benar sebelum Anda meninggalkannya agar dapat digunakan kembali. 

Meskipun Anda memilih mesin espresso murah, bukan berarti mengabaikan kelengkapan fitur, kegunaan, dan perawatannya. Jadilah pengguna yang bijak.

Leave a Reply